Toki Pona: Bahasa Kebaikan

Komunikasi visual dengan menggunakan ikon

Jika kamu tahu cara membaca karakter Cina, kamu mungkin masih bisa menebak apa yang tertulis di papan nama saat kamu mengunjungi Hong Kong, Taiwan, atau Tokyo. Hal ini dikarenakan bahasa Kanton, Mandarin, dan Jepang masih menggunakan aksara Cina sebagai bahasa tulisannya. Karakter yang sama akan diucapkan secara berbeda tetapi entah bagaimana, masih mudah bagi siapa saja untuk menebak dan memahami artinya.

Sistem ini berbeda dengan bahasa yang menggunakan huruf Latin; kata-kata yang sama yang memiliki arti yang sama tampaknya tidak terlalu umum. Dua kata yang sama bahkan bisa memiliki arti yang berlawanan, seperti “tak” dalam bahasa Polandia berarti “ya”, dan dalam bahasa Indonesia berarti “tidak”. Akan sangat mengerikan jika kamu mencampur dua bahasa ini!

Bagaimana jika komunikasi masa depan kita menggunakan ikon untuk mewakili objek dan konsep? Tidakkah menurut kamu itu akan jauh lebih mudah dan menyenangkan? Ikon adalah gambar yang terkait dengan kreativitas. Menggunakan ikon akan menjadi latihan kreativitas bagi otak kita. Di sisi lain, mengirim pesan kita terkait dengan logika karena kita perlu memikirkan tata bahasa. Jadi, dengan menggunakan ikon untuk mengirim pesan, otak kita akan mendapatkan latihan yang kreatif dan logis secara bersamaan.

Sebuah kelompok bernama KomunIKON dari Swiss sedang mengembangkan jenis komunikasi visual ini. Mereka menyebutnya IKON, dan ia menerjemahkan teks menjadi ikon yang dapat dikirim pengguna ke pengguna lain. Metode ini memungkinkan orang dari berbagai bahasa untuk berkomunikasi tanpa masalah karena semua orang melihat ikon yang sama, dan mereka menerjemahkannya ke dalam bahasa mereka.

Bahasa dari kelompok bahasa yang sama biasanya memiliki tata bahasa yang sama atau mirip, seperti bahasa Italia dan Spanyol. Penutur bahasa Italia tidak akan kesulitan memahami tata bahasa Spanyol. Bagaimana dengan bahasa, seperti Uzbek dan Melayu? Keduanya berasal dari kelompok yang berbeda, dan mereka memiliki tata bahasa yang sangat berbeda. KomunIKON mendesain warna untuk menunjukkan fungsi kata, seperti kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan. Warna-warna ini akan membantu pengguna memahami konteks ikon.

Menggunakan ikon untuk berkomunikasi benar-benar merupakan terobosan dalam komunikasi manusia. Meski sudah ada sejak lama, namun belum dimanfaatkan dengan baik untuk komunikasi internasional. Itulah mengapa kita memiliki bahasa global yang lebih sulit dipelajari daripada IKON, seperti bahasa Inggris, Mandarin, dan Spanyol.


Komentar

Apa itu Conlang? - Kembang Lambe Podcast

Video

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *